Cara Mengatur Keuangan Bisnis atau Perusahaan Paling Baik dan Benar

Cara mengatur keuangan bisnis atau perusahaan. Bisnis merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang atau perusahaan yang berkaitan erat dengan penjualan, pembelian maupun pemasaran guna mendapatkan profitabilitas.

Di era digital ini, berbisnis sudah menjadi hal lumrah yang banyak digandrungi kawula muda maupun orang yang sudah berkepala tiga.

Banyak sekali keuntungan yang mereka peroleh dari menjalankan bisnis, di antaranya memperoleh return usaha, meningkatkan kepercayaan diri, menguasai dunia bisnis dan mampu mengolah kemampuan yang selama ini terpendam.

Tips Mengelola Keuangan Bisnis atau Perusahaan Paling Benar & Aman

Jika Anda ingin memiliki bisnis yang mulus, gunakan cara mengatur keuangan bisnis yang paling benar. Karena itu, Anda perlu memahami tips dan trick mengatur keuangan bisnis berikut ini.

cara mengatur keuangan bisnis, tips mengelola keuangan perusahaan,

1. Menyusun Perencanaan Budgeting

Cara mengatur keuangan bisnis atau perusahaan yang paling benar, dapat memulai dengan menyusun perencanaan budgeting atau budget plan. Percaya atau tidak, cara yang pertama ini bukan hanya untuk keperluan usaha pribadi, namun bisnis atau perusahaan tertentu perlu mengadopsinya agar keuangan memiliki acuan atau panduan yang tepat.

Dengan adanya budget plan, dapat Anda gunakan sebagai alat komunikasi yang menghubungkan antar divisi dalam perusahaan.

Selain itu, pengendalian manajemen mudah Anda lakukan, sebagai perkiraan penghematan, perbandingan melakukan evaluasi kinerja bisnis atau perusahaan, serta meminimalisir terjadinya utang perusahaan.

Tidak lupa membuat rencana pendapatan yang mencakup produk yang hendak Anda pasarkan, strategi pemasaran yang digunakan dan bagaimana menentukan langkah agar dapat memenuhi kebutuhan modal sebuah bisnis atau perusahaan.

2. Sediakan Petty Cash

Tahukah Anda apa itu petty cash? Yaitu sejumlah uang tunai yang dikeluarkan untuk membiayai semua keperluan operasional bisnis atau perusahaan. Hanya saja dalam jumlah yang kecil atau sedikit. Umumnya kebutuhan yang harus terpenuhi bersifat rutin atau dadakan.

Beberapa contohnya membeli tisu, membeli air isi ulang dan lain sebagainya. Cara mengatur keuangan bisnis dengan memperhatikan petty cash dapat menekan keuangan perusahaan. Sudah banyak yang menerapkannya, terutama bisnis dengan skala besar atau menengah.

Setelah menggunakan uangnya, Anda harus membuat catatan pengeluarannya. Meskipun terbilang mudah, namun sedikit rumit menjalankannya. Bahkan terkadang suka melewatkannya lantaran kwitansi atau nota pembelian tidak tersimpan dengan benar, sehingga sulit melakukan pencatatan.

Pada perusahaan besar, pencatatan petty cash wajib dilakukan setiap awal bulan sebagai permintaan uang dan pada akhir bulan sebagai bukti pelaporan pengeluaran kepada divisi yang telah ditunjuk.

Bagi manajer yang mampu menekan pengeluaran secara signifikan, akan mendapatkan bonus di akhir tahun.

Mungkin Anda bisa menerapkan cara mengatur keuangan bisnis atau perusahaan yang satu ini sesuai prosedur yang baik dan benar.

3. Persiapkan Buku Besar: cara mengatur keuangan bisnis

Memiliki buku besar bukan hal yang tabu bagi bisnis atau perusahaan. Bahkan sudah suatu keharusan memilikinya. Dengan mempersiapkan buku besar, Anda sudah menjalankan cara mengatur keuangan bisnis yang paling benar.

Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran pada buku besar, lengkap dengan tanggal transaksi dan keterangannya. Tujuan dari adanya pencatatan ini adalah, agar Anda dapat melacak seberapa besar keuntungan dan apakah terdapat kerugian selama bisnis berjalan.

Baca juga  Cara Mencari Modal Usaha Paling Mudah Bagi Pebisnis Pemula

Sekalipun terdapat selisih atau kesalahan dalam perhitungan modal dan keuntungan, Anda dapat mengechek pencatatan yang terdapat pada buku besar. Pastikan Anda atau karyawan yang telah ditunjuk untuk melakukan pencatatan, sudah melakukannya dengan benar dan teliti.

Crosschek kembali setiap kali terdapat uang yang keluar guna memastikan tidak ada kesalahan dalam pencatatan.

4. Uang Bisnis dan Pribadi adalah Hal yang Berbeda

Kebiasaan tidak memisahkan antara uang bisnis dan pribadi adalah kesalahan fatal yang harus segera ditanggulangi dan tidak boleh terulang kembali. Jika Anda mencari cara mengatur keuangan bisnis yang paling benar, sudah pasti harus memiliki rekening khusus untuk memulai bisnis.

Rekening tersebut hanya berfungsi untuk segala aktivitas yang berbau bisnis. Sehingga penggunaan uangnya jauh lebih optimal dan tidak disamakan dengan keperluan pribadi.

Jika tidak ingin ribet, carilah layanan yang menyediakan satu CIF dapat menggandakan menjadi beberapa nomor rekening.

Jadi, Anda tidak perlu mendatangi BANK secara langsung. Gunakan pin yang sama agar Anda tidak merasa kesulitan atau bahkan lupa.

5. Bayar Pajak

Canggihnya teknologi kadangkala disalahgunakan oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab. Banyak pelaku bisnis atau perusahaan yang kerap menggunakan cara licik guna mengelabuhi pemerintah untuk wajib pajak. Padahal cara tersebut tidak berkah jika terus mereka lakukan.

Mungkin Anda merassa untung banyak, lantaran memperkecil jumlah pajak yang seharusnya. Tapi ketahuilah, hal tersebut tidak termasuk kedalam cara mengatur keuangan bisnis yang paling benar. Ada juga bisnis atau perusahaan yang lalai membayar pajak dengan alasan lupa.

Padahal apabila pajak melewati batas tempo, akan terkena denda yang bisa saja berimbas pada keuangan bisnis. Maka dari itu, jangan sampai telat membayar pajak ya. Catat pada buku agenda atau tempelkan pada papan mading kecil supaya mudah terlihat.

Menjadi pebisnis yang taat pajak tidak ada ruginya. Malahan perusahaan Anda akan terlihat lebih profesional oleh para mitra atau pelanggan.

Selain itu, Perusahaan akan tercatat sebagai bisnis yang memiliki track record keuangan terbaik. Jadi, bila membutuhkan dana tambahan akan lebih mudah mengambil pinjaman.

6. Miliki Strategi Manajemen yang Jelas

Dalam dunia bisnis, persaingan merupakan suatu hal yang sulit terelakkan. Oleh karena itu, sebagai pebisnis yang handal Anda perlu mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan bisnis yang paling benar.

Salah satunya dengan menyusun strategi manajemen yang jelas agar mampu bersaing dengan para kompetitor. Bahkan bila perlu bisnis Anda harus jauh lebih unggul. Terlebih saat ini banyak strategi yang dapat Anda jalankan, terutama dalam hal teknologi.

Tentunya Anda harus pandai-pandai membaca situasi dan berhati-hati dalam menyusun strategi. Tidak baik jika Anda terintimidasi atau terpengaruh oleh kompetitor hingga akhirnya suasana menjadi keruh serta pikiran sulit terkendalikan.

Dengan adanya strategi yang kompetitif, mampu mendorong perusahaan mengembangkan, meningkatkan dan memanfaatkan beberapa keunggulan untuk bersaing.

Letak keunggulannya dapat Anda tinjau dari perbedaan antara bisnis perusahaan dengan kompetitor, apakah memiliki keunikan dan berkesan di mata target konsumen. Strategi ini mampu mampu mengarahkan perusahaan secara operasional sehingga dapat melakukan pembuatan flowchart guna mendapatkan diagram alur yang transparan.

Dalam menggunakan strategi keunggulan biaya, perusahaan dapat melakukan produksi dengan biaya yang rendah, memanfaatkan skala ekonomi dan menggunakan aplikasi pembukuan. Dengan demikian, perusahaan dapat menghasilkan output dengan biaya yang rendah dan dapat menetapkan harga yang tidak dapat ditiru oleh kompetitor.

Sedangkan apabila Anda menggunakan strategi diferensiasi, output akan dibuat seunik mungkin supaya tampak berbeda dengan yang lainnya.

Caranya mudah, berikan produk serta layanan yang terbaik serta melakukan inovasi pada produk. Jika strategi ini berhasil Anda jalankan, sebuah bisnis atau perusahaan mampu menetapkan harga premium sebuah produk.

Baca juga  Masalah Keuangan Rumah Tangga yang Kerap di Hadapi Keluarga Muda

Bagaimana dengan strategi fokus? Apakah sebelumnya Anda pernah mendengar strategi ini?

Biasanya pebisnis mengenal strategi ini dengan sebutan strategi spesialisai. Fokus utamanya sudah pasti pada segmen pasar dengan cakupan yang lebih sempit.

Perusahaan yang berhasil menerapkannya meyakini bahwa keunggulan biaya mampu menciptakan produk yang memberikan kepuasaan tersendiri kepada konsumen.

7. Miliki Dana Darurat: cara mengatur keuangan bisnis

Sebuah bisnis atau perusahaan tentu memiliki sistem cara mengatur keuangan bisnis yang berbeda-beda. Hal ini terpengaruh oleh berbagai faktor dalam pengambilan keputusan yang diterapkan oleh masing-masing manajemen.

Sebab setiap bisnis atau perusahaan tentunya memiliki prioritas yang berbeda-beda tergantung pada tipe bisnis atau perusahaan yang mereka jalankannya. Biasanya akan tertuang dalam sebuah pos-pos pengeluaran, salah satunya dana darurat perusahaan.

Dana darurat adalah dana yang sangat penting dan Anda gunakan dalam keadaan darurat ketika ada hal-hal yang terjadi di luar dugaan. Walaupun sudah memiliki anggaran yang cukup, dana darurat harus tetap Anda jalankan dengan bijak bilamana nanti perusahaan membutuhkan sejumlah dana di luar anggaran yang telah Anda canangkan.

Itu artinya dana darurat hanya dapat Anda gunakan pada waktu-waktu tertentu saja. Bila membahas berapa besaran nominalnya, kembali lagi kita menilik pada kondisi keuangan perusahaan. Pastinya acuan utama yang digunakan berdasarkan keadaan yang dimiliki oleh perusahaan iu sendiri.

Selain itu, besaran nominalnya tergantung pada status dan jumlah tanggungan dalam sebuah bisnis atau perusahaan. Tergantung pula pada banyaknya biaya operasional perusahaan. Sebaiknya siapkan 3 kali lipat untuk bisnis dengan skala kecil dan 6 kali teruntuk perusahaan berskala besar.

Apabila kita lihat dari jumlah kelipatannya, tentunya memenuhi dana darurat bukan hal yang mudah. Namun, jangan khawatir, ada solusi terbaik yang bisa Anda lakukan, yakni dengan cara menyicilnya. Sisihkan sebagian pemasukan untuk dana darurat.

Cobalah mendapatkan nominal dana darurat dengan tepat. Tentukan berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk dapat memenuhi dana tersebut.

Mulailah menata keuangan manajemen dengan ketat, lakukan penghematan serta kurangi pos pengeluaran yang tidak penting-penting amat. Dengan begitu dana darurat akan cepat terpenuhi.

8. Mengembangkan Bisnis

Pernahkah Anda melihat perusahaan besar yang memiliki cabang di mana-mana meskipun tidak dengan nama yang sama, namun masih satu induk perusahaan?

Nah, itulah salah satu strategi tentang cara mengatur keuangan bisnis yang mana sebagian besar perusahaan menerakannya. Dari keuntungan yang mereka dapatkan, terciptalah gagasan apik untuk mengembangkan bisnis dengan membuka cabang baru.

Biasanya ada yang memilih menggunakan nama perusahaan yang sama. Namun, ada juga yang melakukan merger dengan beberapa perusahaan atau bahkan dengan nama yang berbeda, namun fokus pasarnya sama.

Ketimbang menggunakan seluruh keuntungan perusahaan untuk keperluan pribadi, alangkah baiknya Anda menggunakannya untuk mengembangkan bisnis bukan?

Nah, jika Anda memiliki cabang baru sudah pasti terjadi peningkatan positif terhadap keuangan bisnis atau perusahaan Anda. Ingat ya, tidak semua pebisnis bisa berhasil mengelola banyak cabang.

Hal pertama yang harus Anda ingat ketika memutuskan membuka cabang adalah, memperhatikan manejerial yang sudah ditetapkan bersama perusahaan inti.

Adanya cabang baru ini mmapu membangun citra brand sehingga akan menggaet lebih banyak pelanggan.

9. Memiliki Plan B

Sebuah planning tidak selalu berjalan mulus. Adakalanya planning yang rasanya sudah Anda susun sebaik mungkin, masih saja memiliki berbagai kekurangan sehingga tidak berjalan efektif.

Lantas bagaimana memback up bisnis tersebut? Nah, di sinilah plan B atau rencana cadangan Anda butuhkan. Keberadaan plan B tidak berfokus pada tujuan awal, melainkan apa yang harus Anda lakukan di saat plan A tidak dapat tereksekusi dengan baik.

Yang namanya pasar sulit sekali kita menebaknya, kadang konsusif tapi terkadang justru Anda yang akan terkendalikan oleh pasar. Kondisi pasar ada yang cocok dengan bisnis kita, ada pula yang tidak. Segala kemungkinannya tidak hanya bisa terbaca menggunakan insting belaka. Melainkan harus dengan praktek secara langsung.

Baca juga  Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Efisien dan Efektif

Jadi, fungsi plan B sebagai trial and error yang sudah menjadi makanan sehari-hari para pebisnis. Terkadang plan B justru lebih cocok ketimbang plan A yang telah Anda susun dengan rapi.

Namun, yang harus Anda ingat adalah kehadiran plan B sama sekali tidak mengganggu atau memengaruhi plan A. Melainkan  hanya menjadi cadangan di saat situasi berbalik dari kondisi yang sebeumnya.

10. Memberdayakan Teknologi yang Ada

Tidak dapat ditampis lagi bahwa mengatur cash flow perusahaan adalah hal rumit yang tidak semua bisnis atau perusahaan mampu mengelolanya dengan baik. Untuk itu, Anda perlu mengetahui cara mengatur keuangan bisnis yang paling benar agar keberlangsungan bisnis tidak menimbulkan kerugian.

Butuh ketelitian dan konsentrasi tingkat tinggi dalam menjalankannya. Namun, untuk saat ini Anda dapat memberdayakan teknologi yang ada supaya dapat membantu proses pengaturan keuangan yang lebih akurat.

Adanya software atau aplikasi yang mampu mengatur dan mengakses laporan lebih mudah menggunakan komputerisasi akuntansi, saat ini dapat Anda miliki dengan mudah meskipun harus mengeluarkan sejumlah uang yang cukup besar.

Kendati demikian Anda tidak perlu cemas, sebab dalam ponsel pintar Anda pun sudah tersedia aplikasi laporan keuangan yang lebih sederhana, cepat dan mudah.

11. Hindari Overtrading

Menghindari overtrading bisa menjadi cara mengatur keuangan yang efektif untuk bisnis atau perusahaan Anda. Dewasanya overtrading dapat merujuk pada pertumbuhan penjualan yang berlangsung secara berlebihan sehingga mengakibatkan hutang piutang yang kian hari bertambah besar, sementara modal kerja mereka gunakan untuk membiayai segala keperluan operasional.

Ketika kondisi ini terjadi maka perusahaan akan mengalami likuiditas, sehingga tidak mampu mendapatkan uang tunai hasil penjualan untuk membayar pemasok dan beban gaji karyawan.

Bagimanapun caranya, Anda harus menghindari overtrading agar perusahaan tumbuh dan berkembang dengan baik.

Tidak boleh meminjam sejumlah dana guna mengatasi overtrading. Apabila Anda tetap nekat karena keadaan, maka bisnis Anda akan semakin sulit berjalan karena harus membayar banyak hutang.

12. Melakukan Monitoring Arus Kas: cara mengatur keuangan bisnis

Cara mengatur keuangan bisnis yang paling benar pada poin terakhir adalah dengan melakukan monitoring arus kas. Sejumlah uang yang masuk dan keluar wajib Anda awasi agar bisa mengetahui dengan pasti sejauh apa uang perusahaan mengalir.

Monitoring dapat Anda lakukan dengan membuat laporan keuangan berdasarkan periode tertentu.  Dengan adanya informasi yang rinci dan jelas akan memberikan segudang manfaat untuk perusahaan, di antaranya mampu mengetahui kemampuan perusahaan dari berbgaai aspek, meliputi kemampuan perusahaan membayar gaji, membayar deviden, biaya operasional dan lain-lain.

Anda juga dapat mengetahui laba bersih yang masuk ke perusahaan tanpa harus repot melakukan perhitungan secara manual.

Selain itu, monitoring arus kas memberitahukan kesehatan keuangan perusahaan. Adanya arus kas yang sehat dapat berperan sebagai dasar yang berguna untuk menyusun langkah atau planning selanjutnya bagi bisnis atau perusahaan.

Beberapa elemen penting yang harus Anda perhatikan ketika melakukan monitoring adalah mengetahui aktivitas pendanaan, aktivitas investasi, aktivitas operasional bisnis atau perusahaan serta arus penjualan barang atau jasa.

Konon monitoring juga terpercaya sebagai strategi adaptif yang berguna untuk menghadapi segala perubahan yang mungkin saja terjadi kapan saja. Lakukan monitoring secara berkala demi perusahaan yang sejahtera.

Gambar Gravatar
Saya seorang content writer berpengalaman lebih dari 10 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *